Kristus adalah teladan bagi kita, orang percaya. Dia datang ke dunia ini untuk menunjukkan siapa Bapa itu. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan diri-Nya melalui para nabi-nabi-Nya. Bila umat Israel hendak bertanya kepada Tuhan, mereka takut dan meminta agar nabi Tuhan yang berbicara mewakili mereka.
Mengapa? Karena tidak ada satu pun di antara mereka memiliki keberanian untuk menghadap Tuhan, sebab kekudusan Tuhan akan membunuh mereka. Mereka berpikir bahwa Tuhan itu jauh tidak terjangkau. Tidak ada seorangpun yang bisa datang kepada Bapa kalau kecuali nabi-nabi-Nya.
Tuhan tidak membiarkan pandangan ini terus hidup dalam benak umat yang dikasihi-Nya. Dia mengutus anak-Nya yang tunggal untuk menunjukkan siapa Bapa itu sebenarnya. Dia menjadi serupa dengan manusia, sehingga semua orang berdosa dapat datang kepada-Nya dan menyentuh-Nya tanpa harus mati terbunuh sebelum mendekat kepada-Nya. Dialah Tuhan kita.
Dia membawa kabar baik kepada kita semua. Semua orang dapat datang kepada-Nya. Semua orang dapat bercakap-cakap dengan-Nya. Dia datang untuk menyatakan bahwa Tuhan peduli kepada mereka. Tuhan tidak jauh, Tuhan itu dekat di hati mereka semua. Kasih-Nya nyata bagi kita melalui perantaraan Anak-Nya.
Itulah kabar baik! Oleh karena itu, bersukacitalah. Paulus mengingatkan jemaat di Filipi untuk tetap bersukacita. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Tuhan itu dekat. Berdoalah senantiasa.
Kita semua memiliki beban khusus dan permintaan khusus. Terkadang beban dan permintaan itu begitu berat sehingga kita berpikir bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Ketahuilah, bahwa Tuhan kita sanggup melakukan segala perkara, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. “Tapi… rasanya tidak mungkin,” engkau berkata.
Perhatikan baik-baik saudaraku, Dia berkata,” Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Yesus mendengar doa-doamu dan Dia pasti menjawab doa-doamu. Berimanlah kepada-Nya. Di dalam doa, engkau akan menemukan kekuatan. Di dalam doa, engkau akan belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Dia. Di dalam doa, engkau akan belajar berharap dan beriman kepada-Nya. Berdoalah sesuai dengan kehendak Tuhan dan hiduplah di dalam kehendak Tuhan.
George Muller (1805-1898), seorang pendeta yang diurapi oleh Tuhan, dikenal berkat iman dan doanya yang tiada henti. Ketika dia berdoa untuk kebutuhan-kebutuhannya yang khusus, Tuhan menjawab sesuai dengan apa yang diperlukannya. Dia juga berdoa bagi keselamatan sahabatnya dan anak sahabatnya, dan dia telah berdoa lebih dari 40 tahun. Ketika Ia meninggal, kedua orang ini belum juga bertobat. Namun Tuhan menjawab doanya menurut waktu-Nya. Sahabatnya bertobat ketika menghadiri acara penguburan kematiannya, dan satu minggu kemudian anak sahabatnya itu juga bertobat.
Bukankah ini sebuah kisah yang menguatkan hati kita? Maukah engkau terus mendoakan ayahmu, ibumu, adikmu, kakakmu dan sahabatmu? Tidakkah engkau merasakan kerinduan Bapa bagi mereka semua? Tidakkah engkau menangis melihat kehidupan mereka yang sia-sia itu? Taruh dalam hatimu dan katakan hari demi hari bahwa,”Aku akan terus berdoa bagi mereka. Aku akan terus berdoa membela mereka, sebab aku percaya Tuhan akan mengguncangkan hidup mereka dan memulihkan hati mereka.
Kebimbangan akan datang. Keraguan akan datang. Bila semuanya itu datang, tersungkurlah dengan segala keberadaanmu di kaki Yesus dan serukan,”Tuhan… selamatkan mereka, pulihkan mereka… Aku percaya akan Firman-Mu.”
Tuhanlah yang memampukanmu untuk terus berdoa. Dia memintamu untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dialah Allah yang berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Apapun permohonanmu, nyatakan kepada Tuhan. Masa depan, teman hidup, pekerjaan, sakit penyakit, apa saja, nyatakan dalam doamu. Jadilah seperti anak kecil, yang meminta apa saja kepada ayahnya. Dia telah datang untuk menunjukkan siapa Bapa itu. Dia meminta kita untuk menyatakan isi hati kita sebab tangan-Nya sudah terulur untuk menjawab doa kita. Percayalah, apapun yang engkau minta, sudah engkau terima. Percayalah bahwa Tuhan pasti menjawab doa-doamu seturut kehendak-Nya.
—————————————————————————————————————————————-
4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. – Filipi 4:4-7
35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. – Markus 1:35
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” – Lukas 18:1-8





