Oleh: kelana yoas | November 13, 2009

Aku Meminta, Aku Menerima

prayer imageKristus adalah teladan bagi kita, orang percaya. Dia datang ke dunia ini untuk menunjukkan siapa Bapa itu. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan diri-Nya melalui para nabi-nabi-Nya. Bila umat Israel hendak bertanya kepada Tuhan, mereka takut dan meminta agar nabi Tuhan yang berbicara mewakili mereka.

Mengapa? Karena tidak ada satu pun di antara mereka memiliki keberanian untuk menghadap Tuhan, sebab kekudusan Tuhan akan membunuh mereka. Mereka berpikir bahwa Tuhan itu jauh tidak terjangkau. Tidak ada seorangpun yang bisa datang kepada Bapa kalau kecuali nabi-nabi-Nya.
Tuhan tidak membiarkan pandangan ini terus hidup dalam benak umat yang dikasihi-Nya. Dia mengutus anak-Nya yang tunggal untuk menunjukkan siapa Bapa itu sebenarnya. Dia menjadi serupa dengan manusia, sehingga semua orang berdosa dapat datang kepada-Nya dan menyentuh-Nya tanpa harus mati terbunuh sebelum mendekat kepada-Nya. Dialah Tuhan kita.
Dia membawa kabar baik kepada kita semua. Semua orang dapat datang kepada-Nya. Semua orang dapat bercakap-cakap dengan-Nya. Dia datang untuk menyatakan bahwa Tuhan peduli kepada mereka. Tuhan tidak jauh, Tuhan itu dekat di hati mereka semua. Kasih-Nya nyata bagi kita melalui perantaraan Anak-Nya.
Itulah kabar baik! Oleh karena itu, bersukacitalah. Paulus mengingatkan jemaat di Filipi untuk tetap bersukacita. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Tuhan itu dekat. Berdoalah senantiasa.
Kita semua memiliki beban khusus dan permintaan khusus. Terkadang beban dan permintaan itu begitu berat sehingga kita berpikir bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Ketahuilah, bahwa Tuhan kita sanggup melakukan segala perkara, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. “Tapi… rasanya tidak mungkin,” engkau berkata.
Perhatikan baik-baik saudaraku, Dia berkata,” Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
Yesus mendengar doa-doamu dan Dia pasti menjawab doa-doamu. Berimanlah kepada-Nya. Di dalam doa, engkau akan menemukan kekuatan. Di dalam doa, engkau akan belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Dia. Di dalam doa, engkau akan belajar berharap dan beriman kepada-Nya. Berdoalah sesuai dengan kehendak Tuhan dan hiduplah di dalam kehendak Tuhan.
George Muller (1805-1898), seorang pendeta yang diurapi oleh Tuhan, dikenal berkat iman dan doanya yang tiada henti. Ketika dia berdoa untuk kebutuhan-kebutuhannya yang khusus, Tuhan menjawab sesuai dengan apa yang diperlukannya. Dia juga berdoa bagi keselamatan sahabatnya dan anak sahabatnya, dan dia telah berdoa lebih dari 40 tahun. Ketika Ia meninggal, kedua orang ini belum juga bertobat. Namun Tuhan menjawab doanya menurut waktu-Nya. Sahabatnya bertobat ketika menghadiri acara penguburan kematiannya, dan satu minggu kemudian anak sahabatnya itu juga bertobat.
Bukankah ini sebuah kisah yang menguatkan hati kita? Maukah engkau terus mendoakan ayahmu, ibumu, adikmu, kakakmu dan sahabatmu? Tidakkah engkau merasakan kerinduan Bapa bagi mereka semua? Tidakkah engkau menangis melihat kehidupan mereka yang sia-sia itu? Taruh dalam hatimu dan katakan hari demi hari bahwa,”Aku akan terus berdoa bagi mereka. Aku akan terus berdoa membela mereka, sebab aku percaya Tuhan akan mengguncangkan hidup mereka dan memulihkan hati mereka.
Kebimbangan akan datang. Keraguan akan datang. Bila semuanya itu datang, tersungkurlah dengan segala keberadaanmu di kaki Yesus dan serukan,”Tuhan… selamatkan mereka, pulihkan mereka… Aku percaya akan Firman-Mu.”
Tuhanlah yang memampukanmu untuk terus berdoa. Dia memintamu untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dialah Allah yang berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Apapun permohonanmu, nyatakan kepada Tuhan. Masa depan, teman hidup, pekerjaan, sakit penyakit, apa saja, nyatakan dalam doamu. Jadilah seperti anak kecil, yang meminta apa saja kepada ayahnya. Dia telah datang untuk menunjukkan siapa Bapa itu. Dia meminta kita untuk menyatakan isi hati kita sebab tangan-Nya sudah terulur untuk menjawab doa kita. Percayalah, apapun yang engkau minta, sudah engkau terima. Percayalah bahwa Tuhan pasti menjawab doa-doamu seturut kehendak-Nya.
—————————————————————————————————————————————-

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. – Filipi 4:4-7
35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. – Markus 1:35
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” – Lukas 18:1-8

Oleh: kelana yoas | November 9, 2009

None..

Wew… ternyata udah lama aku ga pernah update tulisan di blog ku, tiba-tiba aja hari ini aku teringat dan pengen nulis sesuatu di blogku padahal ga tau mo nulis apa ..aneh kan?? Hehehe.. Mmm, pengen bilang keren aja kale ’coz maenannya blog, hehe

Oleh: kelana yoas | Agustus 31, 2009

cerita tentang kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.” “Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

*********************************************************
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2…”

Oleh: kelana yoas | Juli 29, 2009

LovE iS ….?

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.
Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang,aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan,mereka siap mendiskusikannya.
“Aku akan mulai duluan ya”,kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya,sekitar 3 halaman…
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…
“Maaf, apakah aku harus berhenti?” tanyanya.
“Oh tidak, lanjutkan… ” jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar,lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
“Sekarang gantian ya,engkau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku.Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna,dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi,dan sakit hati.Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.
Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk

Oleh: kelana yoas | Juli 20, 2009

Who moved my cheese?

An Amazing Way to Deal With Change In Your Work and In Your Life

By Dr. Spencer Johnson
who-moved-my-cheese
Buku ini secara lugas tapi menarik mengungkapkan bagaimana menghadapi perubahan yang terjadi dalam pekerjaan dan kehidupan kita. Hal yang dibicarakan di buku ini sesuatu yang cukup kompleks dan secara yakin pernah di rasakan oleh setiap orang. Namun penulis secara brillian mampu mengangkat topik ini dan memaparkan solusinya dengan sangat sederhana tapi mengena. Penulis tidak menyodorkan teori-teori yang berat tapi justru sebuah cerita singkat yang melibatkan 4 karakter imajiner yaitu 2 ekor tikus bernama Sniff dan Scurry dan 2 orang kurcaci bernama Hem dan Haw.

Keempat tokoh ini mencoba mewakili suatu bagian yang sederhana dan kompleks dari diri kita dengan tidak memandang umur, jenis kelamin, ras ataupun kebangsaan. Sniff digambarkan sebagai seekor tikus yang dapat ‘membaui’ perubahan dengan segera. Temannya, Scurry, sesuai dengan namanya selalu sigap dalam mengambil suatu tindakan. Sedang kurcaci Hem memiliki sifat selalu menolak dan melawan perubahan yang terjadi sehingga timbul rasa takut yang membawanya ke arah sesuatu yang lebih buruk. Sedang Haw mencoba beradaptasi setiap saat sehingga sesuatu yang lebih baik siap digapainya. Keempatnya hidup di suatu Maze yang menggambarkan tempat kehidupan di luar kita yang penuh kegelapan dan ketidakpastian untuk mencari cheese. Maze bisa berarti organisasi tempat kita bekerja, komunitas tempat kita bersosialisasi, bahkan bisa berarti keluarga. Sedangkan Cheese disini merupakan metafora dari apa yang kita inginkan dalam hidup, bisa berupa pekerjaan, persahabatan, cinta, uang, kemerdekaan, kesehatan, kedamaian, dan lain-lain.
Buku ini sangat tipis, hanya 96 halaman (English version) dengan tulisan yang enak dibaca dan cukup menarik untuk dibaca berulang-ulang di saat santai. Dengan 3 bagian di dalamnya, buku ini cukup mudah diselami oleh pembacanya. Bagian pertama menghantarkan pembaca memasuki inti buku yang merupakan cerita yang dipaparkan oleh seseorang kepada teman-temannya dalam suatu reuni sekolah. Setelah inti cerita di bagian kedua, buku ini diakhiri dengan menggelar diskusi yang membahas cerita tersebut di bagian ketiga.

Who Moved My Cheese? mengisahkan 4 karakter tokoh, Sniff, Scurry, Hem, dan Haw yang mencari cheese di Maze yaitu suatu labirin yang gelap dan sering menyesatkan. Sniff, si tukang endus dan Scurry, si tukang lacak mulai berlari cepat menyusuri lorong. Dengan menggunakan instingnya, mereka memilih metode trial and error. Sering kali mereka tersesat ke jalan yang salah, tapi mereka terus mencoba mencari jalan yang lain. Sedangkan Hem dan Haw dengan kemampuan berpikir dan belajarnya juga berusaha mencari cheese yang lezat. Akhirnya keempatnya menemukan tumpukan cheese di suatu tempat bernama Cheese Station C. Mereka sangat bersuka cita dan mulai menikmati kelezatan Cheese tersebut sepuasnya. Setelah itu, setiap hari mereka rutin mengunjungi Cheese Station C. Sniff dan Scurry selalu bangun pagi menuju tempat itu, melepas sepatu, mengikat keduanya dan menggantungkan di lehernya, dan sebelum menikmati cheese, mereka memeriksa tempat itu apabila ada perubahan. Hem dan Haw mula-mula juga selalu bangun pagi namun lama kelamaan karena mereka sudah tahu jalan menuju cheese itu, mereka mulai bangun siang dan berjalan santai. Hem dan Haw merasa bahagia dan puas dengan tempatnya yang baru sehingga mereka menjadi arogan.

Suatu hari mereka berempat menemukan bahwa Cheese Station C kosong. Cheese telah hilang!! Sniff dan Scurry tidak kaget dengan kenyataan itu karena mereka sadar bahwa cheese itu lama-lama akan habis karena setiap hari dimakan. Mereka siap dengan keadaan yang tak terelakkan ini. Segera saja Sniff dan Scurry memakai sepatu dan langsung berlari mencari cheese yang baru. Mereka melihat bahwa Cheese Station C telah berubah, maka merekapun memutuskan untuk berubah. Beda sekali dengan reaksi Hem dan Haw dalam menghadapi ini. Mereka kaget, marah, dan berteriak keras “Who Moved My Cheese?”. Hem menilai keadaan ini tidak adil karena mereka merasa berhak menikmati cheese itu selamanya dan menyalahkan orang lain yang telah memindahkan cheese itu. Sedang Haw mulai berpikir, bagaimana hal ini bisa terjadi. Mereka berdua takut, bagaimana mereka akan bisa hidup tanpa cheese itu.

Di lain tempat, Sniff dan Scurry masih berlari kesana kemari tanpa kenal lelah mencari cheese yang baru. Berulang kali mereka melewati jalan buntu dan memasuki tempat yang kosong, tidak ada cheese. Tapi mereka terus mencoba. Akhirnya mereka sampai di suatu tempat bernama Cheese Station N yang berisi cheese. Cheese di situ ternyata lebih lezat dari cheese di tempat yang lama. Mereka menikmatinya dengan puas.

Hem dan Haw masih terus mendatangi Cheese Station C dan berharap cheesenya kembali. Tapi harapan mereka sia-sia. Hem diam dan putus asa. Sedang Haw mulai tidak tahan dengan keadaan seperti itu dan mencoba mencari cara untuk bisa menemukan cheese itu. Keduanya lantas memahat dinding tempat itu, ternyata cheese yang dicari tetap tidak dapat ditemukan. Haw mengajak Hem mencari cheese yang baru di luar. Tapi Hem menolak karena dia masih yakin cheesenya akan kembali dan berpikir bahwa belum tentu mereka akan memukan cheese di luar sana. Diam-diam Haw juga didera rasa takut untuk memasuki tempat-tempat asing yang gelap dan menyesatkan. Tapi dia telah membayangkan bahwa di luar sana dia akan mendapatkan cheese yang lezat. Haw menertawakan kebodohannya. Mengapa dia hanya membayangkan tapi tidak berusaha keluar? Karena Hem tidak mau diajak, Haw pergi sendiri. Di sepanjang perjalanan dia disergap rasa takut yang amat sangat. Ada kalanya dia ingin kembali ke tempat semula yang enak dan aman, tapi dia menyadari bahwa disitu tidak ada cheese lagi. Anehnya, semakin lama dia merasa langkahnya semakin ringan. Dia merasa nyaman telah terbebas dari rasa takutnya dan sangat menikmati saat melakukan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di sepanjang jalan dia memberi tanda dengan menuliskan sesuatu di dinding. Dia berharap hal itu bisa dijadikan jejak yang dapat diikuti Hem, sahabatnya, jika Hem berniat menyusulnya. Akhirnya dia sampai di Cheese Station N dan menjumpai Sniff dan Scurry yang tengah menikmati cheese. Haw begitu gembira dengan penemuannya dan bersama-sama Sniff dan Scurry menikmati cheese yang lezat. Haw hanya bisa berharap berharap Hem segera dapat melepaskan diri dari rasa takut dan segera bergerak ke tempat lain.

Penulis cukup jitu membidik permasalahan dan menawarkan solusi dengan cara yang sederhana. Kompleksnya topik serasa ringan dengan balutan cerita yang menarik. Membaca inti buku ini seperti membaca dongeng untuk pengantar tidur tapi makna yang ingin disampaikan justru membuat kita harus tetap terjaga. Replika kehidupan yang diwakili 2 ekor tikus dan 2 kurcaci itu cukup menggambarkan apa yang terjadi di kehidupan kita sebenarnya. Saat membaca perilaku Sniff, Scurry, Hem atau Haw kita dapat merasakan selama ini diri kita seperti karakter yang mana. Dan seolah kita dibawanya mengulang kembali apa yang telah kita lakukan saat kehidupan kita mengalami banyak perubahan. Bagaimana kita bersikap saat sesuatu yang berharga pernah lepas dari genggaman kita.

Who Moved My Cheese? melalui 4 karakter tokohnya sangat berhasil membawa angin segar dalam memberi pencerahan bagaimana cara mengantisipasi perubahan, beradaptasi dengan perubahan secara cepat, menikmati perubahan dan selalu siap dengan perubahan yang terjadi secara cepat dan tak terelakkan. Namun bagaimanapun, semuanya kembali ke diri kita sendiri. Kita mau menjadi Sniff, Scurry, Hem atau Haw? Yang jelas, kehidupan selalu cepat berubah. Semua hal disekeliling kita bahkan apa yang sudah kita miliki bisa berubah sewaktu-waktu. Hanya perubahan itu sendiri yang tidak akan berubah

*(dari milis tetangga)

Oleh: kelana yoas | Juni 9, 2009

Pulau Maitara dan Tidore

Kesempatan untuk berpetualang ke Provinsi Maluku Utara sewaktu mendapat tugas dinas dari tempat kerja saya sebelumnya tidak saya sia-siakan, teringat akan sebuah gambar panorama alam di lembaran mata uang pecahan seribu rupiah membuat saya penasaran ingin membuktikan ‘keindahan’ panorama tersebut. yup…Pulau Maitara dan Tidore, kedua pulau tersebut termasuk dalam beberapa gugusan pulau di Propinsi Maluku Utara yang konon karena ‘keindahan’nya tersebut sehingga diabadikan kedalam mata uang pecahan seribu rupiah.

uang seribu

Sore itu, niatnya saya bertemu dengan salah satu aparat pemerintahan setempat [sebut saja Pak Abdullah] yang berlokasi di Kelurahan Jambula – Ternate yang jaraknya sekitar 2 Km dari pusat kota Ternate. Dengan mengendarai sepeda motor [pinjam dari Mas Nugie.. salah seorang rekan kerja], saya ditemani Bung Marsy [juga salah seorang rekan kerja saya] meluncur menuju kantor dinas aparat pemerintah tersebut. Kurang lebih 5 menit melakukan perjalanan dengan sepeda motor, di tengah perjalanan nampak pemandangan di seberang lautan dua pulau yang terpisah dari Pulau Ternate yang kemudian saya sadari pulau tersebut adalah Pulau Maitara dan Pulau Tidore membuat saya menghentikan laju kendaraan dan berhenti sejenak untuk melihat panorama tersebut, bahkan saya berusaha mencari daerah yang cukup tinggi untuk bisa menyaksikan secara menyeluruh panorama tersebut sehingga mengurungkan niat awal saya untuk bertemu dengan Pak Abdullah.

jozh_Maitara & Tidore

pulau-maitara-dan-tidore-small22

Membandingkan dengan panorama yang di gambarkan di lembaran seribu rupiah, memang nampak terbalik karena sudut pandang dari tempat dimana saya berdiri mengambil gambar pulau tersebut memang berbeda dengan posisi pengambilan gambar pada lembar pecahan seribu rupiah seharusnya Pulau Maitara di sebelah kiri dan Pulau Tidore di sebelah kanan, Namun itu bukan suatu masalah, karena buat saya dapat melihatnya secara langsung benar-benar merupakan pengalaman yang cukup seru buat saya pribadi….(“,)v

Oleh: kelana yoas | Mei 24, 2009

Coba Pecahkan teka-teki berikut….

Jika usia seorang ibu 21 tahun lebih tua dari anaknya , dan enam tahun kemudian umur si ibu
menjadi 5 kali lipat anaknya , maka pertanyaanya adalah :

DIMANAKAH BAPAKNYA SAAT ITU BERADA…???

NOTE : teka teki diatas kesannya seperti main main atau sekedar teka teki garing dengan jawaban asal, TAPI BUKAN !!!
pertanyaan diatas adalah teka teki serius dengan jawaban yang ilmiah dan bisa dijelaskan secara matematis dan logika, sekarang tinggal kemampuan bro and sist’ untuk menganalisa , menghubungkan logika dan menerjemahkan petunjuk tersamar dari kalimat di atas….

Oleh: kelana yoas | Mei 24, 2009

ORANG DENGAN OTAK KANAN ATAU OTAK KIRI ?

(Pertama) Satukan dan lipat kedua tangan seperti saat berdoa. Perhatikan tangan

anda – apa yang terlihat ?

Jika jempol kiri di atas jempol kanan –> otak kiri

Jika jempol kanan di atas jempol kiri –> otak kanan

(Kedua) Sekarang lipat lengan tangan menyilang di depan dada (seperti saat

duduk

di bangku SD).

Tangan kanan di atas tangan kiri –> otak kiri

Tangan kiri di atas tangan kanan –> otak kanan

Dari kedua pengamatan di atas (‘Pertama” dan ‘Kedua”), di bawah ini adalah interpretasi dari

kepribadian anda :

*KANAN-KIRI*

Penuh pertimbangan, tradisional, jenis tidak langsung.

Secara naluri bisa membaca emosi orang lain, dan tanggapannya secara

alamiah

bersahabat.

Walaupun tidak terlalu berinisiatif dalam melangkah maju, tetapi akan

selalu

memberikan dukungan di belakang orang lain.

Memiliki kepribadian yang stabil dan penuh pertimbangan, sehingga

memberikan

perasaan terlindungi bagi orang lain.

Tetapi kelemahannya adalah mereka tidak bisa berkata “tidak”; meskipun

sebetulnya tidak ingin, mereka tetap akan berusaha menyenangkan orang

lain.

*KANAN-KANAN*

Tipe orang yang menyukai tantangan, berterus terang.

Satu kali mereka memutuskan satu hal, akan segera mengambil tindakan.

Sangat ingin tahu dan menyukai tantangan. Berani menghadapi tantangan

tanpa

berpikir jauh (kadang kala dengan bodoh).

Kelemahannya adalah mereka tidak mendengarkan orang lain, dan hanya

menyaring apa yang ingin mereka dengar dalam suatu percakapan, serta

sangat

subyektif.

Bagaimana pun juga, karena sikap terus terangnya, mereka cenderung dengan

wajar menjadi orang yang populer.

*KIRI-KIRI*

Berdedikasi, dingin, perfeksionis, sangat logis dalam semua aspek.

Satu-satunya cara untuk mengalahkan (atau memperngaruhi) mereka adalah

dengan memberikan alasan-alasan yang tepat.

Mereka punya banyak kebanggaan, dan merasa kuat untuk melalukan

hal-hal yang

benar.

Jika mereka menjadi temanmu, mereka sangat bisa dipercaya.

Akan tetapi jika mereka adalah lawan, maka akan sangat susah untuk membuat

kesepakatan dengan mereka.

Karena mereka bisa begitu perfeksionis, maka biasanya mereka meninggalkan

kesan yang buruk karena susah untuk membuat kesepakatan saat pertama kali

bertemu.

*KIRI-KANAN*

Suka memperhatikan orang lain, tipe pemimpin.

Punya kemampuan mengamati yang tajam dan dingin dalam memandang melalui

berbagai situasi, dan bahkan masih bisa menimbang untuk kebutuhan yang

lain.

Karena mereka memiliki pembawaan yang kalem dan dingin, dan rasa tanggung

jawab yang kuat, mereka bisa menjadi pemimpin dalam kelompok.

Populer diantara orang lain. Bagaimana pun, mereka mungkin tidak bisa

menahan dirinya untuk mencampuri urusan orang lain karena mereka selalu

punya keinginan yang kuat untuk memperhatikan orang lain. Selalu peduli

dengan pandangan orang lain tentang dirinya, dan selalu waspada.

Oleh: kelana yoas | Mei 23, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori